Lily Yulianti Farid

Small Notes of Ly

Flower

Archive for the ‘Creative Writing Projects’ Category

Danau

CERUK besar itu mengundang kumbang, capung dan burung, juga menggoda angin mempercepat pertemuan serbuk sari dan putik rumput liar di sekitarnya. Cahaya yang terpantul di permukaan air yang tenang dan kesejukan yang menyebar membuat orang bergegas membawa kayu-kayu tua tapi masih cukup kuat, untuk mendirikan bangku sederhana di tepinya.

Setelah beberapa bulan berlalu, saat tanah yang terkikis dari lereng-lereng gunung mulai mengeras, orang-orang semakin sering datang ke tepi danau itu mengenang longsor dan menghitung-hitung berapa persisnya orang yang mati dan hilang, berapa luas ladang yang lenyap, berapa panjang jalan beraspal yang pecah berantakan dan membuat desa terisolasi. Seperti sebuah tempayan raksasa yang dihadiahkan alam dalam semalam, yang dipenuhi air, yang kelak ditumbuhi teratai, dihuni ikan, dilapisi alga di dasarnya. Gunung dan bukit menjaganya. Danau yang lahir setelah prahara gempa itu, bertahun-tahun kemudian menjadi tempat orang-orang membasuh sedih mengenang segala yang ditelan bencana. (more…)

Kecap

DI ulangtahun Nayu yang keduabelas, ayahnya memberikan hadiah yang tak biasa. Ketika bungkusan itu dibukanya, gadis kecil itu berteriak kecewa.

Botol kaca hitam berkilat dengan gambar naga menjulurkan lidah api dengan tulisan Nomor 1 menyembul dari balik kertas kado metalik berpita merah.

“Kenapa? Tak suka? Kecap mencerdaskanmu, Sayang! Kedelai banyak gizinya! Membuatmu kuat!”

“Yah… masak kecap?” (more…)

Kamera


Biskuit coklat bermerek Wonder Girl. Kaos bertuliskan Happy Kids.

Engkau baru saja menangis, menyaksikan ayah dan ibu bertengkar, lalu Surinah, pembantu yang pulang dari pasar memberimu biskuit coklat dan selembar kaos tipis berwarna merah anggur.

Jadilah, Happy Kids lekat di tubuhmu, Wonder Girl membuat geligimu beradu. Serpihan coklat di sudut bibirmu, menyebar seperti serbuk sari kembang sepatu yang berantakan digoyang angin.

Aku tergesa mengambil kamera Polaroid. Tentu saja aku harus mengendap-endap mencuri sejenak barang mahal ini dari kamar kerja ayah. Benda ajaib yang selalu membuat kita takjub dan girang, bukan? (more…)

“A”

(Catatan: Cerita ini diambil dari kumpulan cerita pendek MAIASAURA. Ia merupakan cerita paling terakhir saya tulis dalam Proyek Tauge Jilid II Maret- Juni 2008. Beberapa teman yang membaca Maiasaura, menempatkannya sebagai cerita favorit. Rencananya versi Bahasa Inggris cerita ini akan saya bacakan di Ubud Writers and Readers Festival, Oktober 2008. Bila Anda punya waktu membacanya, saya ingin mendengar respon, kritikan dan apapun pendapat Anda. Terima kasih. ~ Ly~)

royalti-free picture by SRBichara 3D (www.sxc.hu)SUDAH setahun terakhir A bercerita tentang tangan ciptaannya yang belum juga sempurna. Aku sebenarnya awam soal ini. Tangan dengan kekuatan sekaligus kelembutannya, inikah yang hendak dibuatnya? Kataku, tangan ciptaannya bisa saja meniru multi gerak yang dihasilkan otot dan engsel sungguhan, tapi bagaimana para ilmuwan yang bekerja bersamanya bisa menghasilkan telapak yang empuk dengan kemampuan genggaman kelima jari yang padu memanipulasi benda? (more…)

People (who I think) I Knew… Part I: Fawwaz

I just got an idea to have interviews (or small talks) with people around me. It could be families, friends, fellow writers and journalists, people at work, and of course it could be you!

Unfortunately the idea appeared when there were only three living creatures in this house: Fawwaz, my 10 years old son; sun flowers for my birthday bucket yesterday and me. So, it is clear enough, Fawwaz will be the first “victim”… (more…)

Remembering One Fine Friday

the picture taken from free royalty photos www.sxc.huIt was Friday. The morning was dry, pale blue was the sky . The mother was admitted to a hospital. An expecting mother, with a perfect dome-shaped belly, with a busy husband in the office, with what so called “orang-orang rumah” –the extended families and two house maids– who were ready to lend their hands for her.

The second child were about to be born. Girl or boy? The question was not so important. At home, an eleven months baby was crying. He was too young to know that the mother had left him to deliver another baby. The second baby was unexpected, I guess. With 11 months interval from the first baby, I suspected that the second one was merely an unplanned birth (or shall I call it a sweet surprise for the young couple?). (more…)