Nov 12

Cerita-cerita Ly di Oase Kompas.com

Teman-teman yang gemar membaca cerpen,

Sejumlah cerita pendek yang saya tulis, baik yang ada di buku Makkunrai (Maret,2008) dan Maiasaura (Juni,2008) akan muncul satu-satu di rubrik Oase Kompas.com. Beberapa di antaranya telah ditayangkan di sana dan juga akan saya tayangkan di blog ini. Tapi, ya ada tapinya, berhubung cerita pendek yang saya tulis selalu panjang (3000- 6000 kata) redaktur Oase terkadang memuatnya sebagai “cerita bersambung”.

Terima kasih atas apresiasinya untuk cerita-cerita yang saya tulis.

Salam,

~Ly~

1
comments

Oct 31

Mao Mengajak Berhitung

Dalam suatu kesempatan saya sempat mengikuti presentasi Isaac Mao di Bangkok. Ia mengajak saya berhitung. Yang dihitung adalah social tools. Jadi mulailah kami menghitungnya. Ini jawaban saya:
1. gmail? ya, ada!
2. yahoo mail? ya, ada!
3. facebook? ya, ada!
4. flickr? ya, lanjut….
5. slideshare? hm… belum
6. twitter? wah, belum merasa perlu..

Saya berhenti, Mao terus berhitung. Di angka 20, ia terus berhitung. Ia memiliki lebih dari 20 social tools! Ia lalu membagi alamatnya di slideshare. “Kau bisa membaca lengkap presentasiku di sana…” ( Read more )

3
comments

Oct 31

Kit Menggedor Arogansi Media

Saya ingin mengajak Anda menonton Kit Kittredge: An American Girl yang dirilis Juli lalu. Bila belum sempat menonton, bisa lihat-lihat dulu di situs resminya, www.kitkittredge. com untuk sekadar tahu tentang film ini. Enam tahun lalu, si “Pretty Woman” Julia Roberts bersama saudaranya penasaran mengangkat serial populer An American Girl ke layar lebar. Rasa penasaran terbayar. Film ini disutradarai dengan apik oleh Patricia Rozema. The great depression, orang-orang kelas menengah yang terjun bebas ke jurang kemiskinan di tahun 1930an dan petualang seorang bocah perempuan di rumah pohonnya dengan cita-cita yang tidak tanggung-tanggung: ingin tulisannya dimuat di surat kabar di kota tempat tinggalnya, Cincinnati Register, dibumbui upaya mengungkap misteri kejahatan a la Lima Sekawan karya Enid Blyton ( Read more )

0
comments

Sep 28

In The Delivery Room

I gave a birth to a million question marks
the ocean sky sent down its rotten stars
midwives on the bedside spinning their heads
sinner, sinner they exchanged roars

to the wall, to the window, to the newborn babe,
the flame of veracity licked its own greenish smoke

the white-pearl milk as pure as my breast
dissolute my redden tears and sweat
no cradle, no lullabies, but hasty beat
no green home, no blue room, but a yellow cold miserable crest

drink my pain, drink me, drink me
you the seed i planted with dare
from the sweetest sin you grew
my apology to name you: an uninvited creature

holy hands will raise you, tomorrow they come
in this box i leave you a gloomy fairy tale:
you were born from a bamboo tree

Tokyo Sept 27/21:51 pm
Ly

*a note for underage mothers who leave their unwanted babies into “baby deposit box” in Japanese hospitals.

0
comments

Sep 18

Pembenci Jakarta

“Maaf boleh numpang tanya,.. apa yang Anda lakukan di sini? Menunggui padi matang, ya?” seorang pendatang bertanya padaku.

“Di dangau kau akan mendapati suasana di mana seolah waktu tercerabut dari dimensi ruang. Bila engkau membawa seribu persoalan sekalipun ke dangau, maka ribuan bulir padi bersedia menyerapnya. Boneka sawah mengusir pipit, juga mengusir segala persoalanmu. Segenap kenangan yang engkau nikmati terhampar dengan gradasi kuning hijau, lengkap dengan segala alurnya seperti pematang yang saling sejajar kemudian bersilangan di titik tertentu. Dangau adalah tempat yang membuatmu lupa pulang …”

Ia pasti bingung mendengar ceracauku. Biar saja, orang Jakarta memang perlu dibuat bingung! ( Read more )

8
comments

Sep 17

Danau

CERUK besar itu mengundang kumbang, capung dan burung, juga menggoda angin mempercepat pertemuan serbuk sari dan putik rumput liar di sekitarnya. Cahaya yang terpantul di permukaan air yang tenang dan kesejukan yang menyebar membuat orang bergegas membawa kayu-kayu tua tapi masih cukup kuat, untuk mendirikan bangku sederhana di tepinya.

Setelah beberapa bulan berlalu, saat tanah yang terkikis dari lereng-lereng gunung mulai mengeras, orang-orang semakin sering datang ke tepi danau itu mengenang longsor dan menghitung-hitung berapa persisnya orang yang mati dan hilang, berapa luas ladang yang lenyap, berapa panjang jalan beraspal yang pecah berantakan dan membuat desa terisolasi. Seperti sebuah tempayan raksasa yang dihadiahkan alam dalam semalam, yang dipenuhi air, yang kelak ditumbuhi teratai, dihuni ikan, dilapisi alga di dasarnya. Gunung dan bukit menjaganya. Danau yang lahir setelah prahara gempa itu, bertahun-tahun kemudian menjadi tempat orang-orang membasuh sedih mengenang segala yang ditelan bencana. ( Read more )

0
comments

Sep 11

Kecap

DI ulangtahun Nayu yang keduabelas, ayahnya memberikan hadiah yang tak biasa. Ketika bungkusan itu dibukanya, gadis kecil itu berteriak kecewa.

Botol kaca hitam berkilat dengan gambar naga menjulurkan lidah api dengan tulisan Nomor 1 menyembul dari balik kertas kado metalik berpita merah.

“Kenapa? Tak suka? Kecap mencerdaskanmu, Sayang! Kedelai banyak gizinya! Membuatmu kuat!”

“Yah… masak kecap?” ( Read more )

9
comments

Sep 11

Kamera


Biskuit coklat bermerek Wonder Girl. Kaos bertuliskan Happy Kids.

Engkau baru saja menangis, menyaksikan ayah dan ibu bertengkar, lalu Surinah, pembantu yang pulang dari pasar memberimu biskuit coklat dan selembar kaos tipis berwarna merah anggur.

Jadilah, Happy Kids lekat di tubuhmu, Wonder Girl membuat geligimu beradu. Serpihan coklat di sudut bibirmu, menyebar seperti serbuk sari kembang sepatu yang berantakan digoyang angin.

Aku tergesa mengambil kamera Polaroid. Tentu saja aku harus mengendap-endap mencuri sejenak barang mahal ini dari kamar kerja ayah. Benda ajaib yang selalu membuat kita takjub dan girang, bukan? ( Read more )

5
comments

Aug 16

The husband, the son and the poems in my ordinary life

If there is a list of people craving for poems in the morning, add me, please!
I do love reading poems during my breakfast, recently. I do visit www.everypoet.com while finishing my morning routines before hit the road. I have been searching the best online collections. ( Read more )

2
comments

Aug 07

Hiroshima, Hiroshima Sampai Kapan pun…

Hiroshima Peace Memorial ParkIni jelas kabar yang mengerikan: Rusia dan Amerika Serikat hingga hari ini memiliki cadangan lebih dari 10.000 hulu ledak nuklir; kapal selam AS bertenaga nuklir toh bisa berlabuh tenang di Sasebo, Nagasaki di tengah protes aktivis anti nuklir yang sayup; negara kekuatan nuklir lainnya juga seperti kuda tuli yang terus berlari dengan keyakinan, hanya dengan senjata nuklir rasa aman bisa dibangun.

Kekejaman perang masih terekam jelas di Hiroshima. Dalam kata, dalam ingatan orang-orang, dalam cerita yang dibagi di jalan, di kafe dan rumah-rumah penduduk. “Namida Ame…,” kata Ichiro Ando, warga Hiroshima pertama yang saya temui. Ia mengomentari hujan yang turun sebentar di tengah hawa panas yang tak nyaman. Hari pertama Agustus tahun ini, ada hujan yang sesaat. Lakilaki berusia 56 tahun itu menyebutnya “hujan air mata”, namida ame, di bulan kedelapan, setiap tahun, di Hiroshima. ( Read more )

1
comments