Kecap

DI ulangtahun Nayu yang keduabelas, ayahnya memberikan hadiah yang tak biasa. Ketika bungkusan itu dibukanya, gadis kecil itu berteriak kecewa.

Botol kaca hitam berkilat dengan gambar naga menjulurkan lidah api dengan tulisan Nomor 1 menyembul dari balik kertas kado metalik berpita merah.

“Kenapa? Tak suka? Kecap mencerdaskanmu, Sayang! Kedelai banyak gizinya! Membuatmu kuat!”

“Yah… masak kecap?” Continue reading

Kamera


Biskuit coklat bermerek Wonder Girl. Kaos bertuliskan Happy Kids.

Engkau baru saja menangis, menyaksikan ayah dan ibu bertengkar, lalu Surinah, pembantu yang pulang dari pasar memberimu biskuit coklat dan selembar kaos tipis berwarna merah anggur.

Jadilah, Happy Kids lekat di tubuhmu, Wonder Girl membuat geligimu beradu. Serpihan coklat di sudut bibirmu, menyebar seperti serbuk sari kembang sepatu yang berantakan digoyang angin.

Aku tergesa mengambil kamera Polaroid. Tentu saja aku harus mengendap-endap mencuri sejenak barang mahal ini dari kamar kerja ayah. Benda ajaib yang selalu membuat kita takjub dan girang, bukan? Continue reading

Hiroshima, Hiroshima Sampai Kapan pun…

Hiroshima Peace Memorial ParkIni jelas kabar yang mengerikan: Rusia dan Amerika Serikat hingga hari ini memiliki cadangan lebih dari 10.000 hulu ledak nuklir; kapal selam AS bertenaga nuklir toh bisa berlabuh tenang di Sasebo, Nagasaki di tengah protes aktivis anti nuklir yang sayup; negara kekuatan nuklir lainnya juga seperti kuda tuli yang terus berlari dengan keyakinan, hanya dengan senjata nuklir rasa aman bisa dibangun.

Kekejaman perang masih terekam jelas di Hiroshima. Dalam kata, dalam ingatan orang-orang, dalam cerita yang dibagi di jalan, di kafe dan rumah-rumah penduduk. “Namida Ame…,” kata Ichiro Ando, warga Hiroshima pertama yang saya temui. Ia mengomentari hujan yang turun sebentar di tengah hawa panas yang tak nyaman. Hari pertama Agustus tahun ini, ada hujan yang sesaat. Lakilaki berusia 56 tahun itu menyebutnya “hujan air mata”, namida ame, di bulan kedelapan, setiap tahun, di Hiroshima. Continue reading

Why Whaling?

*Lily Yulianti Farid for Nytid Oslo, Norway (www.nytid.no)

May 2008 Edition

Last summer, a friend of mine offered me kujira tempura, –Japanese words for  deep fried whale meat. It is a seasonal menu here in Japan. Whale is familiar seafood for many Japanese. Asking for “kujira”, the whale for your lunch menu is common as if you order shrimp, lobster or octopus. In here, they also have whale steak as well, meanwhile several primary schools in regional areas across Japan Sea, serve whale meat in their lunch menu, as a part of Japanese long tradition back to 10.000 BC. Continue reading

Mengapa Korea Utara Tak Gentar

Opini Kompas 12 Oktober 2006


Uji coba nuklir bawah tanah Korea Utara, Senin (9/10), disebut kantor berita KCNA sebagai tindakan yang memberi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Ungkapan ini berlawanan dengan kecaman dari berbagai penjuru dunia. Korea Utara (Korut) dinilai tidak bertanggung jawab, menciptakan instabilitas, mengancam keamanan Asia Timur Laut dan dunia. Continue reading

For Fawwaz, A Letter From Hiroshima

Dear Fawwaz,

How is the camping? Have you successfully climbed on Mount Fuji, today? Have you managed to cook your own meals? Have you managed to fold your sleeping bag neatly? Have you put the mosquito repellent onto your skin before deciding to stay outdoor all night long?

Look up! The night sky above you is me and the countless stars are my countless questions. The anxious summer is me, the never ending songs of cicadas on trees and grass are, again, my questions: all about you staying out for 5 days, far away from me. Continue reading

“A”

(Catatan: Cerita ini diambil dari kumpulan cerita pendek MAIASAURA. Ia merupakan cerita paling terakhir saya tulis dalam Proyek Tauge Jilid II Maret- Juni 2008. Beberapa teman yang membaca Maiasaura, menempatkannya sebagai cerita favorit. Rencananya versi Bahasa Inggris cerita ini akan saya bacakan di Ubud Writers and Readers Festival, Oktober 2008. Bila Anda punya waktu membacanya, saya ingin mendengar respon, kritikan dan apapun pendapat Anda. Terima kasih. ~ Ly~)

royalti-free picture by SRBichara 3D (www.sxc.hu)SUDAH setahun terakhir A bercerita tentang tangan ciptaannya yang belum juga sempurna. Aku sebenarnya awam soal ini. Tangan dengan kekuatan sekaligus kelembutannya, inikah yang hendak dibuatnya? Kataku, tangan ciptaannya bisa saja meniru multi gerak yang dihasilkan otot dan engsel sungguhan, tapi bagaimana para ilmuwan yang bekerja bersamanya bisa menghasilkan telapak yang empuk dengan kemampuan genggaman kelima jari yang padu memanipulasi benda? Continue reading

People (who I think) I Knew… Part I: Fawwaz

I just got an idea to have interviews (or small talks) with people around me. It could be families, friends, fellow writers and journalists, people at work, and of course it could be you!

Unfortunately the idea appeared when there were only three living creatures in this house: Fawwaz, my 10 years old son; sun flowers for my birthday bucket yesterday and me. So, it is clear enough, Fawwaz will be the first “victim”… Continue reading

Remembering One Fine Friday

the picture taken from free royalty photos www.sxc.huIt was Friday. The morning was dry, pale blue was the sky . Mother was admitted to a hospital. An expecting mother, with a perfect dome-shaped belly, with a busy husband in the office, with what so called “orang-orang rumah” –the extended families and two house maids– who were ready to lend their hands for her.

The second child were about to be born. Girl or boy? The question was not so important. At home, an eleven months baby was crying. He was too young to know that mother had left him to deliver another baby. The second baby was unexpected, I guess. With 11 months interval from the first baby, I suspected that the second one was merely an unplanned birth (or shall I call it a sweet surprise for the young couple?). Continue reading